header-int

LAKSANAKAN CAPACITY BUILDING, MAHASISWA PMI PEROLEH PENGALAMAN BERHARGA

Rabu, 25 Agu 2021, 10:35:03 WIB - 1095 View
Share
LAKSANAKAN CAPACITY BUILDING, MAHASISWA PMI PEROLEH PENGALAMAN BERHARGA

Ledokombo- Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) pada Sabtu, 21 Agustus 2021 sukses mengadakan kegiatan Capacity Building. Kegiatan ini merupakan terobosan baru dari HMPS PMI bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertujuan untuk melatih skill dan kemampuan Sumber Daya Manusia Mahasiswa PMI. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa PMI diajak mengunjungi beberapa tempat yang telah berhasil melaksanakan pemberdayaan masyarakat berbasis kualitas SDM mumpuni. 
Perjalanan dimulai tepat pukul setengah tujuh pagi. Rombongan yang berjumlah kurang lebih dua puluh orang berangkat ke lokasi pertama di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember menggunakan mini bus. Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya rombongan sampai di tujuan awal yakni Sanggar Batik Khokho. Pemilik sanggar sekaligus narasumber pertama, Khotib, menyambut kami dengan ramah dan hangat. Mas Khotib, panggilan akrabnya, kemudian mengajak mahasiswa untuk berkeliling sanggar dan memperkenalkan batik dan peralatannya dengan detail. Rombongan jelas langsung sumringah mendapat sambutan menyenangkan ini.
Mas Khotib dengan sabar menjelaskan setiap peralatan dan teknik membatik yang baik dan benar kepada kami. Sesekali kami juga bertanya terkait teknis membatik apabila merasa kebingungan. Tur tidak berhenti di penjelasan saja, kami juga diajak membatik dimulai dari proses mencanting, pewarnaan, hingga finishing yakni penguncian warna. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Sayangnya, kami harus berpisah dengan Mas Khotib setelah itu sebab perjalanan masih harus berlanjut. 
Lokasi kedua yang kami tuju adalah Toko Kerajinan Elisa Rainbow. Setibanya di lokasi, kami melihat Ibu Elisa selaku pemilik toko telah menunggu untuk menyambut kedatangan kami. Beliau adalah seorang mantan buruh migran yang berhasil mendirikan usaha kerajinan tangan hingga diekspor ke mancanegara. Setidaknya terdapat belasan negara yang telah menjadi konsumen tetap dari hasil produksi kerajinan miliknya. Pelajaran berharga yang kami dapatkan adalah kiat sukses Ibu Elisa dalam meniti usahanya dari nol hingga kini telah memiliki kurang lebih 600 karyawan dan memiliki art shop di Bali. Kami dengan saksama mendengarkan pemaparan beliau tentang dunia wirausaha sembari mencoba membuat gelang dari manik-manik sesuai kreativitas kami. 
Tur akhirnya diakhiri di lokasi ketiga yakni Sekolah Bapak Ebok. Tidak seperti sekolah konvensional, sekolah ini tidak memiliki kurikulum tetap namun hanya visi dan misi dasarnya saja. Lembaga pendidikan ini didirikan oleh Pak Ali dan Bu Latifa, pasangan suami istri yang juga tokoh masyarakat di Desa Paluombo. Awalnya, mereka menginisiasi sekolah ini sebab tingginya kesenjangan pendidikan anak-anak buruh migran. Mereka yang masih di bawah umur seringkali terlantar sebab tidak mendapatkan perhatian dari orang tua mereka karena harus bertolak ke luar negeri. Atas keprihatinan terhadap kondisi tersebut, akhirnya mereka mengumpulkan tekad dan semangat untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak migran. 
Kepada kami, dengan antusias mereka menjelaskan apa saja materi yang sering mereka berikan kepada murid-murid sekalian. Mulai dari parenting, pembelajaran gotong royong, pertanian organik, hingga membuat kuliner. Tujuannya agar para anak-anak ini kelak dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Kuliner yang diajarkan sebenarnya memiliki maksud supaya anak-anak tersebut mengurangi jajan di luar. Mereka akan terbiasa membuat camilannya sendiri tanpa harus mengahabiskan uang sakunya. 
Alhamdulillah, akhirnya rangkaian kegiatan Capacity Building dapat terlaksana dengan tertib. Ba’da Isya’ rombongan memutuskan untuk pulang ke titik awal pemberangkatan. Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan di hari ini. Sebagai calon pemberdaya, kegiatan ini cukup efektif untuk dijadikan bekal di hari esok. Harapannya, kegiatan baru ini dapat terus lestari sampai generasi selanjutnya karena hasilnya yang signifikan. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut tidak pada HMPS tahun ini saja, karena Capacity Building ini sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dirinya” Ujar April, Ketua Bidang SDM HMPS PMI 2019. (Networking 2019, AWRWZ)

 

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube